Korupsi hampir tiap hari diberitakan baik itu melalui media Koran, radio dan TV oleh karena itu tak heran kalau Negara kita ini mendapat kedudukan no 5 setelah Negara Kamerun korupsi tertinggi di dunia.[1] Dan yang anehnya lagi ternyata pegawai DEPAG yang kebanyakan tahu tentang persoalan agama tahu halal dan haram juga ikut ikutan melakukan korupsi juga, padahal mereka itu banyak yang berlatar belakang santri.
Seperti dikatakan, Menag Maftuh Basyuni melaporkan sebanyak 996 pegawai di jajaran Depag yang melakukan pelanggaran dan merugikan kas negara. Dari jumlah tersebut, sebanyak 787 telah dijatuhi hukuman administratif. Jumlah itu terjaring dalam program Aksi Nasional Pemberantasan Korupsi yang dilakukan di Depag sejak 2004 sampai pertengahan 2009 ini,” kata Maftuh Basyuni.[2]
Kemudian mengapa terjadi korupsi di Depag, padahal banyak pegawai yang berasal dari laterbelakang santri.
- Dari faktor iman dan pengamalan, walaupun di pesantren dulunya dipelajari halal dan haram seperti kalau memakan harta yang bukan hak miliknya itt haram dan sudah mereka ketahui, tetapi berhubung imannya tidak kuat maka mereka juga ikut-ikutan korupsi juga. Oleh karena itu dipesantren layaknya bukan hanya mempelajari teorinya saja akan tetapi prakteknyapun harus dilaksanakan.
- Mungkin pegawai tersebut ekonominya kurang mencukupi sehingga melakukan korupsi. Atau mereka yang menjadi pejabat hasil dari menyogok, jadi tak heran kalau uang yang dibuat nyogok tersebut ingin mereka ambil kembali dengan cara yang cepat sehingga timbullah dibenak mereka untuk korupsi.
- Adanya kesempatan dan peluang untuk korupsi mungkin kita harus mengingat pesan-pesan Bang Napi “ Kejahatan datang bukan hanya ada niat saja, tapi kejahatan juga datang karna ada kesempatan. waspadalah,.....waspadalah,....waspadalah “
Cara untuk menghapus korupsi di Indonesia yaitu dengan cara memecat pegawai yang korupsi tersebut dan memberi hukuman kepada mereka dengan hukuman yang seberat-beratnya, kalau perlu berlakukan hukum islam kepada mereka yang korupsi. Saya pribadi akan berusaha sekuat mungkin untuk tidak melakukan hal tersebut demi kemaslahatan bangsa Indonesia.




Komentar :
Poskan Komentar